My experience during studied in Malaysia

Assalamualaikum wr.wb

Ini awal dimana saya pertama kali menginjakan kaki bukan di negri sendiri, ini merupakan pengalaman pertama saya melihat dan membandingkan nilai budaya di antara 3 negara.
bukanya saya tidak cinta dengan negri sendiri tapi ini merupakan proses dimana saya mengadopsi nilai-nilai dan pelajaran positif yang tidak ada di Indonesia untuk dikembagkan kembali di tanah air.
Saya merupakan mahasiswa LP3I Depok jurusan Office Management, sehari-hari saya belajar tentang bagaimana menjadi seorang profesional muda yang dididik untuk dapat bersaing dalam dunia kerja. ini lah awal peruntungan saya dimana mendapatkan sebuah beasiswa keluar negri atau program pertukaran pelajar tentu saja masih dalam zona Asia yakni Malaysia dan Singapura.
Pukul 3 pagi seluruh peserta program sit in bangun untuk segera bersiap" berangkat menuju bandara soekarno hatta. rombongan kami seluruhnya ada 35 orang sudah termasuk dosen-dosen. dengan mata yang masih berkantung dengan bismillah kami semua segera berangkat.
Saya merupakan Finalis juara pertama putra putri kampus sejadetabek yang diselenggarakan oleh pihak LP3I pusat, inilah sebenarnya kenapa saya bisa berangkat keluar negri. ini merupakan hadiah atau bisa dibilang beasiswa yang sangat menjanjikan yang diberikan oleh LP3I pusat.
Kami dibagi menjadi 2 rombongan yang akan di berangkatkan dalam quarter 1 dan 2, dan saya masuk di quarter 1. tepat pukul 06.45 kami semua mempersiapkan dokumen-dokumen sebelum melakukan take off. ada kisah menarik dimana saya harus ditahan sebentar dan berurusan dengan beberapa petugas bandara karena dikoper yang saya bawa terdapat sebilah golok. golok ini saya gunakan bukan untuk berperang melawan malaysia tp golok ini saya pakai sebagai pertunjukan dari atraksi pencak silat dimaa untuk menghibur masyarakat disana.
Singkat cerita akhirnya saya diperbolehkan untuk masuk kedalam pesawat dan quarter 1 pun berangkat menuju Kuala Lumpur International Air Port (KLIA).
Perjuangan untuk mendapatkan "tiket" ini pun digapai tidak mudah harus ada pengorbanan dan rasa sakit yang diterima, Seminggu sebelum berangkat ada Interview terlebih dahulu ini merupakan tahap akhir dari segala jenis persyaratan yang ada, 2 orang dari Kampus depok diutus ke pusat untuk segera di interview siapakah yang benar" pantas untuk diberangkatkan, interview ini menguji sejauh mana kita bisa komunikasi dengan bahasa inggris dan talenta apa yang dimiliki. singkat cerita akhirnya saya yang terpilih, saya turut beduka karena saya tidak bisa didampingi oleh seorang teman.
Rombongan kami pun tiba, ini artinya kami harus menunggu rombongan selanjutnya untuk dapat tiba di KLIA. saya manfaatka ini bersama rekan-rekan untuk berfoto sambil mengabari keluargaku yang ditanah air.
Quarter 2 pun tiba, namun bandara kami bersebrangan namun singkat cerita kami bertemu dan bersama" menaiki sebuah bus untuk melihat-lihat sekeliling kota Kuala lumpur dan sekitarnya.
Tujuan pembelajaran pertama kami adalah melihat sebuah tatanan kota di Putra Jaya malaysia  merupakan pusat administrasi.
ini adalah hal yang paling kami suka dalam berstudy wisata ke malaysia yakni melihat twin tower yang menjadi ikon negara upin ipin tersebut. tidak afdol rasa'a kalau tidak bisa berfoto-foto dan berjalan d sekitar kawasan twin tower yang menjadi pusat perhatian wisatawan lokal maupun asing.
setelah asiknya jalan" prescottin menjadi ending dari hari pertama dan menjadi rumah ke2 bagi para peserta sit in.
Saya menulis disecarik lembar kertas dengan tulisan pena " SAYA AKAN BERANGKAT KE MALAYSIA" ini saya gantungkan di pintu kamar setahun sebelum keberangkatan. dan Alhamdulilah kertas itu bukan hanya menjadi khayalan belaka namun dapat terwujudkan.
ada 4 kampus yang saya kunjungi dan menjadi bahan pertimbangan maupun pembelajaran saya namun terdapat salah satu kampus yang paling mencengangkan yakni Universitas Berjaya Malaysia, kampus yang dapat saya katakan paling mahal di negri jiran ini karena harga pertahunya yang dapat menembus angka 500 jt dan belum termasuk penginapan dan makan.
lalu juga saya mengunjungi Universitas Tenaga Nasional, Universitas Kebangsaan Malaysia, dan Universitas Selangor Malaysia. Namun dari banyak universitas yang ada LP3I paling akrab dengan Universitas Selangor Malaysia karena di program sit in sebelumnya sudah menjalin kerjasama dan membuat MOU. inilah mengapa mereka menganggap kami seperti keluarga sendiri dan tidak ada terjadinya jarak sedikitpun.
Orang-orangnya cukup ramah dan menganggap tidak adanya persoalan" yang menimbulkan bentrokan sedikitpun meski berita di tanah air simpang siur memberitakan adanya klaim dan perebutan pulau dan lain-lain, namun disini mereka tampak sopan dan masih menghargai nilai-nilai bangsa yang kita bawa ke Malaysia.
Kami merasa sangat senang ketika para pembimbing atau dosen menghadiahkan kami untuk bisa masuk wahana permainan Genting Highland yang jika kita sebut Dufan ini menjadi tempat hiburan yang paling berkesan dan menarik. Genting Highland tempatnya cukup menarik karen berada di atas puncak gunung dan untuk mencapainya harus menggunakan kereta gantung. Genting Highland juga menjadi salah satu favorit gambling bagi para pejudi-pejudi profesional yang inigin menaruhakan sebagian harta miliknya.
Saya mulai menyukai negri ini tanpa mengurangi rasa cinta saya terhadap Tanah air.
4 hari sudah saya merasakan udara malaysia, namun sebelum saya meninggalkan negri ini. rombongan peserta sit in menyempatkan diri untuk mengunjungi negara tetangga yakni singapura.
Perjalan kami bermula dari hotel menuju perbatasan johor baru dengan menggunakan bus. dan ini pengalaman pertama saya bagaimana melihat kesibukan orang-orang malaysia yang bekerja di singapur ataupun sebaliknya harus repot melewati hadangan petugas perbatasan.
Ketika kami melewati perbatasan saya mulai kehilangan signal hadphone karena sudah bukan di kawasa malaysia dan saya harus membeli kartu baru untuk bisa mengabari keluarga dirumah.
namun perjalanan kami di singapura hanya beberapa jam saja karen bus yang kami bawa tidak dapat berlama-lama disana, akan tetapi kami masih dapat berfoto-foto di marinabay, dan di dekat patung merlion.
Akhirnya kami pun kembali ke malaysia untuk bersiap" menuju tanah air.
Senang rasanya kami dapat mengunjungi dan belajar budaya maupun teknologi yang tidak dimiliki di tanah air.
Saya Mengucapka terimakasih kepada pembina penyelenggara dan teman-teman yang sudah menyukseskan acara ini.it's become a great day by day with all of you.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar